2. Puasa di Masa Nabi Muhammad SAW
Sebelum kewajiban puasa Ramadhan diturunkan, Nabi Muhammad SAW dan umatnya sudah terbiasa melaksanakan puasa pada hari-hari tertentu.
Misalnya, puasa tiga hari setiap bulan pada tanggal 13, 14, dan 15 (Ayyamul Bidh), serta puasa Asyura pada tanggal 10 Muharram.
Baru pada tahun kedua Hijriah, sekitar 18 bulan setelah Nabi Muhammad SAW hijrah ke Madinah, Allah SWT menurunkan perintah wajib puasa Ramadhan melalui surah Al-Baqarah ayat 183:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
Baca Juga: Waduh! Pendidikan vokasi tertekan, pemangkasan anggaran SMK capai Rp1 triliun
"Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa." (QS Al-Baqarah: 183)
Ayat ini menegaskan bahwa puasa Ramadhan bukan hanya kewajiban, tetapi juga sarana untuk meningkatkan ketakwaan.
Puasa ini berlangsung selama sebulan penuh di bulan Ramadhan, menggantikan tradisi puasa sebelumnya.
Baca Juga: Pemerintah pastikan pembangunan IKN berlanjut, ini rencana dan anggarannya
3. Rasulullah SAW dan Puasa Ramadhan
Selama hidupnya, Rasulullah SAW melaksanakan puasa Ramadhan sebanyak sembilan kali.
Puasa ini menjadi salah satu ibadah yang diutamakan, sebagaimana sabda beliau:
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
"Barang siapa yang berpuasa di bulan Ramadhan dengan penuh keimanan dan mengharap pahala, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (HR Bukhari dan Muslim)
Artikel Terkait
5 ciri jika mimpi anda berkaitan dengan gangguan sihir dan santet, yuk disimak
Ini dia 8 tanda awal datangnya sihir ke tempat anda, waspadalah!
Ini dia 5 ciri jika anda sudah terkena kiriman santet dan guna-guna
Waspada! Ini 8 ciri sakit yang disebabkan karena gangguan sihir, yuk disimak apa saja
Ngeri! Ini 13 ciri orang yang terkena guna-guna ilmu hitam, yuk disimak apa saja!