Sistem Pemilu Proporsional Tertutup bukan keinginan publik, terbukti dari hasil Skala Survei Indonesia (SSI)

- Senin, 9 Januari 2023 | 08:36 WIB
Direktur Eksekutif SSI, Abdul Hakim, menjelaskan hasil survei membuktikan Sistem Pemilu Proporsional Tertutup bukan keinginan publik. (Dok. SSI)
Direktur Eksekutif SSI, Abdul Hakim, menjelaskan hasil survei membuktikan Sistem Pemilu Proporsional Tertutup bukan keinginan publik. (Dok. SSI)

JAKARTA INSIDER - Ketua KPU, Hasyim Asy'ari mengatakan kemungkinan sistem pemilu proporsional kembali ke sistem pemilu proporsional tertutup.

Hal ini dikarenakan pada November 2022 lalu ada yang mengajukan uji materi pasal 168 ayat 2 Undang-Undang Pemilu no 7 tahun 2017 ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Mereka yang menghendaki sistem pemilu proporsional tertutup, antara lain Demas Brian Wicaksono (pemohon I), Yuwono Pintadi (pemohon II), Fahrurrozi (pemohon III), Ibnu Rachman Jaya (pemohon IV), Riyanto (pemohon V), dan Nono Marijono (pemohon VI). Permohonan tersebut teregistrasi dengan Nomor Perkara 114/PUU-XX/2022.

Baca Juga: Manchester City hajar Chelsea di Piala FA, rekor terburuk The Blues sejak 1998

Pemohon ingin MK mengubah sistem pemilu proporsional terbuka menjadi tertutup.

"Menyatakan frasa 'terbuka' bertentangan dengan UUD 1945 dan tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat," ujar pemohon dalam salinan permohonan dikutip dari laman MK.

Pasal 168 ayat 2, berbunyi: "Pemilu untuk memilih anggota DPR, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota dilaksanakan dengan sistem proporsional terbuka."

Baca Juga: Berbagai pro kontra perihal Layanan internet gratis di Jakarta, serta dampak positif dan negatif yang terjadi

Apabila uji materi tersebut dikabulkan Mahkamah Konstitusi (MK), maka sistem Pemilu 2024 akan berubah menjadi sistem proporsional tertutup. Dijadwalkan Mahkamah Konstitusi akan menyidangkan permohonan ini sekitar 17 Januari 2023.

Skala Survei Indonesia (SSI) pada 6-12 Nopember 2022 melakukan survei terhadap 1200 responden dengan metode penarikan acak bertingkat (multistage random sampling).

Survei ini memiliki toleransi atau batas kesalahan (margin of error) sekitar 2,83 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.

Baca Juga: Ternyata ini alasan Indy Barends mau membersamai Indra Bekti selama kritis di rumah sakit, buat warganet haru

Usia responden yang dijadikan sampel adalah 16 tahun ke atas atau sudah menikah.

Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara tatap muka secara langsung dengan responden menggunakan kuesioner.

Halaman:

Editor: Jeki Purwanto

Sumber: antaranews.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X