Dua relawan Inggris tewas saat misi kemanusiaan di Ukraina, salah satunya insinyur software

- Rabu, 25 Januari 2023 | 12:25 WIB
Ilustrasi. Christopher Parry dan Andrew Bagshaw dilaporkan hilang pada 6 Januari dekat kota Soledar saat membantu warga setempat pindah ke tempat aman di tengah perang Ukraina dengan Rusia.
Ilustrasi. Christopher Parry dan Andrew Bagshaw dilaporkan hilang pada 6 Januari dekat kota Soledar saat membantu warga setempat pindah ke tempat aman di tengah perang Ukraina dengan Rusia.

JAKARTA INSIDER – Dua warga Inggris ditemukan tewas di Ukraina. Keduanya yakni Christopher Parry (28 tahun) dan Andrew Bagshaw (48 tahun).

Dua warga Inggris ini merupakan relawan atau pekerja kemanusiaan yang dikirim untuk melakukan evakuasi di kota yang tengah di landa perang di Ukraina.

Sebelumnya, Christopher Parry dan Andrew Bagshaw dilaporkan hilang pada 6 Januari dekat kota Soledar saat membantu warga setempat pindah ke tempat aman di tengah perang Ukraina dengan Rusia.

Baca Juga: Jangan harap asam urat sembuh, jika terus konsumsi makanan ini dr Saddam Ismail beri peringatan

Melansir AFP, Rabu (25/1/2023), kekhawatiran terkait kedua warga Inggris ini sempat meningkat setelah kepala kelompok tentara bayaran Rusia, Wagner, yang membantu menangkap Soledar dari pasukan Ukraina baru-baru ini, mengatakan pada 11 Januari bahwa salah satu mayat pria yang hilang telah ditemukan di sana.

Wagner juga telah menerbitkan foto-foto online paspor yang tampaknya milik Parry dan Bagshaw, yang menurutnya ditemukan bersama mayat tersebut.

Melalui pernyataan yang dikeluarkan oleh Kemlu Inggris, keluarga Parry mengabarkan tewasnya kedua pria tersebut saat “melakukan evakuasi kemanusiaan” dari wilayah terdampak.

Baca Juga: Catat! 5 makanan alami ini bisa redakan asam urat di tubuh kata dr Ema, nomor 3 bisa dibuat jus

“Dengan penuh kesedihan kami mengabarkan bahwa saudara terkasih kami Chrissy (Christopher) tewas bersama dengan rekannya Andrew Bagshaw saat berusaha melakukan evakuasi kemanusiaan dari Soledar, wilayah timur Ukraina,” ungkap Rob, Christine dan Katy Parry dalam pernyataan yang dikutip BBC.

"Tekadnya yang tanpa pamrih dalam membantu orang tua, muda, dan kurang beruntung di sana telah membuat kami dan keluarganya yang lebih besar sangat bangga," tambahnya.

Pihak keluarga mengatakan Chrissy sebelumnya bekerja sebagai insinyur perangkat lunak dan menyukai panjat tebing, bersepeda, berlari, dan terjun payung, dan selalu ingin berkeliling dunia. Namun, belakangan, dia tertarik untuk menjadi sukarelawan di Ukraina.

Baca Juga: Tak hanya jeroan dan sea food, 10 makanan harus dihindari agar asam urat tak kambuh

"Dia menemukan dirinya tertarik ke Ukraina pada bulan Maret di saat paling gelap di awal invasi Rusia dan membantu mereka yang paling membutuhkan, menyelamatkan lebih dari 400 nyawa ditambah banyak hewan terlantar," ucap keluarga itu.

"Tidak mungkin untuk mengungkapkan dengan kata-kata betapa dia akan dirindukan, tetapi dia akan selamanya ada di hati kami," imbuhnya.

Halaman:

Editor: Sukowati Utami JI

Sumber: AFP, ANTARA

Tags

Terkini

X