Hanya beberapa minggu setelah perang pecah, pejabat AS menuduh pasukan Rusia melakukan kejahatan perang dengan melanggar hak asasi manusia di Ukraina.
Pada bulan Maret, Kremlin menegur Biden yang telah menyebut Putin sebagai “penjahat perang”, yang digambarkan Moskow sebagai “retorika yang tidak dapat diterima dan tidak dapat dimaafkan.”
Baca Juga: Presiden Amerika Serikat pastikan NATO tetap dukung Ukraina terkait perang Rusia
Sebulan kemudian, Washington mengatakan pihaknya menetapkan bahwa pasukan Rusia melakukan “kejahatan terhadap kemanusiaan”.
Rusia telah menolak tuduhan AS sebagai upaya untuk “menjelekkan” Moskow dan mengobarkan ketegangan.
- Dukungan diplomatik
Beberapa hari menjelang peringatan pertama perang, Presiden Amerika Serikat Joe Biden datang ke Kyiv dengan tujuan untuk menyoroti komitmen AS terhadap Ukraina.
Baca Juga: Dirayu Amerika Serikat, Turki tetap tolak Swedia masuk NATO
Biden telah menekankan persatuan dan dukungan NATO untuk pemerintahan Zelensky dan mendorong PBB untuk mengutuk invasi Rusia.***