khazanah

Sirah Nabawiyah, Nabi Muhammad senang mengasingkan diri sebelum diserahi kepemimpinan

Sabtu, 15 Oktober 2022 | 13:00 WIB
Ilustrasi tempat pengasingan diri Nabi Muhammad saw. (Pexels.com/ Abhilash Mishra)

JAKARTA INSIDER - Merupakan suatu keharusan mempersiapkan Nabi Muhammad saw secara khusus dalam rangka menyempurnakan kemampuannya dengan sungguh-sungguh sebelum beliau diserahi kepemimpinan.

Persiapan Nabi Muhammad saw yang telah dirangkum JAKARTA INSIDER dari buku Sirah Nabawiyah karya Prof. Dr. Muh. Rawwas Qol'ahji pada Sabtu (15/10/2022) tentang Nabi Muhammad saw menerima kepemimpinan, salah satunya adalah senang mengasingkan diri.

Mengasingkan diri sambil merenungi nikmat dan karunia Allah merupakan ibadah di antara orang-orang Arab yang masih teguh dengan agama Ibrahim (al-Hanifiyin). Ketika masa penyerahan kepemimpinan kepada Rasulullah saw sudah dekat, Rasulullah saw senang mengasingkan diri.

Baca Juga: Sirah Nabawiyah, Nabi Muhammad dipersiapkan untuk diserahi kepemimpinan

Untuk itu, Rasulullah saw. keluar menuju gua Hira' (tempat yang berada di dataran tinggi dan jauh dari keramaian). Sehingga, sunyinya tempat itu sangat kondusif untuk merenung, mengamati pegunungan dan lembah-lembah.

Beliau mengasingkan diri di gua Hira' selama satu bulan setiap tahunnya. Tujuan beliau melakukan itu adalah untuk membersihkan dirinya dari setiap bentuk kezaliman, iri hati, dengki dan dendam.

Apabila masa mengasingkan diri telah berakhir, maka beliau turun dari gua Hira' menuju Ka'bah al-Musyarrafah. Di Ka'bah ini beliau bertawaf sebanyak yang dikehendaki Allah, setelah itu baru beliau pulang ke rumahnya.

Baca Juga: Sirah Nabawiyah, sejarah renovasi pembangun Ka'bah, Berikut Kronologinya!

Mengasingkan diri ini merupakan suatu keharusan bagi Rasulullah saw, sebab sebentar lagi beliau akan diserahi kepemimpinan. Di mana, kekuatan dan kekuasaan berada di tangannya, ucapannya merupakan hukum, keputusannya harus dijalankan, dan setiap urusan penyelesaiannya dikembalikan kepadanya.

Dengan demikian, membersihkan setiap bentuk iri hati, dengki dan dendam dari hati beliau merupakan suatu keharusan, agar beliau jauh dari sifat dengki terhadap umatnya, memperlakukan umatnya dengan bahasa kasih sayang bukan dengan bahasa kekuasaan (kekuatan dan kekerasan), mendatangkan kebaikan dan mengakhiri setiap bentuk kejahatan.

Untuk itu, Allah membimbing Rasulullah saw. melakukan olah ruhaniyah ini sebelum kepemimpinan diserahkan kepadanya, agar beliau mampu menunjukkan kasih sayangnya kepada manusia sejak pertama kali kekuasaan diserahkan kepadanya.***

Tags

Terkini

9 jenis jin dan tugasnya, yuk simak apa saja

Selasa, 9 Desember 2025 | 18:31 WIB