Ferdy Sambo alami tekanan luar biasa. Caci maki, olok olok, putus asa dan frustasi. Semua tuduhan tidak benar!

- Rabu, 25 Januari 2023 | 11:11 WIB
Terdakwa Ferdy Sambo hadir dalam  pembacaan nota pembelaan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, Selasa (24/1/2023)
Terdakwa Ferdy Sambo hadir dalam pembacaan nota pembelaan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, Selasa (24/1/2023)

 

JAKARTA INSIDER - Ferdy Sambo merasakan tekanan yang begitu luar biasa yang ia alami saat ini.

Terdakwa Ferdy Sambo merasa tidak ada ruang sedikit pun untuk menyampaikan pembelaan.

"Sejak awal saya ditempatkan sebagai terperiksa dalam perkara ini, beragam tuduhan telah disebarluaskan di media dan masyarakat, seolah saya adalah penjahat terbesar sepanjang sejarah manusia," ujar Ferdy Sambo.

Ia hadir untuk pembacaan nota pembelaan (pledoi) di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, Selasa (24/1/2023).

Baca Juga: Korban Wowon Cs 'serial killer' kemungkinan bertambah, polisi terus cari korban TKW lainnya

Meski demikian, ia meyakini akan mendapat keadilan dalam persidangan melalui kebijaksanaan majelis hakim dalam putusannya.

Nota pembelaannya yang saat ini berjudul "Setitik Harapan dalam Ruang Sesak Pengadilan".

"Putusan yang akan menentukan nasib perjalanan kehidupan saya, istri, anak-anak, dan keluarga kami," ujarnya.

Ferdy Sambo merupakan satu dari lima terdakwa dalam kasus pembunuhan berencana Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat.

Baca Juga: Kembangkan 14 desa wisata, Kemenparekraf rangkul swasta

Ia dituntut pidana penjara seumur hidup oleh jaksa penuntut umum.

Adapun empat terdakwa lainnya adalah Kuat Ma’ruf yang dituntut pidana penjara selama 8 tahun, Ricky Rizal yang dituntut pidana penjara 8 tahun, Putri Candrawathi (8 tahun), dan Richard Eliezer (12 tahun).

Kelima terdakwa ini didakwa melanggar Pasal 340 subsider Pasal 338 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Terdakwa kasus pembunuhan berencana Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat (Brigadir J), Ferdy Sambo ini juga menepis berbagai isu mengenai dirinya yang beredar di publik.

Halaman:

Editor: Ari Utari JI

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X