Dampak kerusuhan di Yogyakarta oleh oknum PSHT, Museum Tamansiswa Dewantara Kirti Griya rusak!

- Selasa, 6 Juni 2023 | 16:30 WIB
Kerusuhan yang melibatkan anggota Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) di Yogyakarta telah merusak Museum Tamansiswa Dewantara Kirti Griya (Wikimedia Yanu Tri)
Kerusuhan yang melibatkan anggota Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) di Yogyakarta telah merusak Museum Tamansiswa Dewantara Kirti Griya (Wikimedia Yanu Tri)

JAKARTA INSIDER - Museum Tamansiswa Dewantara Kirti Griya, salah satu simbol kebudayaan di Yogyakarta, mengalami kerusakan parah akibat kerusuhan yang terjadi akhir pekan lalu.

Bentrok antara dua kelompok massa, yang melibatkan anggota Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT), menyebabkan sejumlah benda bersejarah di museum tersebut rusak dan dicemarkan.

Baca Juga: Kerusuhan di Yogyakarta: Bentrok Antara Anggota Silat dan Suporter Klub Sepak Bola

Kerusuhan yang terjadi di ruas Jalan Tamansiswa pada Minggu (4/6/2023) mengakibatkan serangan membabi buta oleh kelompok massa di sekitar pendopo Tamansiswa.

Akibatnya, kursi dan meja peninggalan Ki Hadjar Dewantara, pendiri pendidikan nasional Indonesia, yang menjadi koleksi museum, mengalami kerusakan parah.

Tidak hanya itu, jejak kaki pun terlihat jelas di meja tersebut, sementara kursi lainnya hancur karena dilempar oleh para penyerang.

Baca Juga: Dua orang berkulit hitam di Yogyakarta diduga berusaha menarik motor dari tepi jalan, mengaku jadi SAMSAT

Pot tanaman dan wastafel juga tidak luput dari aksi vandalisme ini.

"Yang rusak meja Ki Hadjar Dewantara (meja tamu) sangat bersejarah sekali, ada nilainya, terus satu kursi yang dilempar, satu pintu jebol karena digunakan untuk melarikan diri," ungkap Ki Muryanto, Kepala Museum Taman Siswa Dewantara Kirti Griya.

Kerusakan pada benda-benda bersejarah tersebut sangat disayangkan dan menuai kecaman keras dari pihak museum.

Baca Juga: Jokowi dan Zelenskyy kembali bertemu, Indonesia siap jadi jembatan perdamaian Ukraina Rusia

Muryanto mengutuk aksi vandalisme yang merusak cagar budaya yang seharusnya dilindungi.

Pihak museum saat ini sedang berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk menyelesaikan kasus ini dengan tuntas.

Bambang Widodo, Ketua Umum Asosiasi Museum Badan Musyawarah Museum (Barahmus) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), juga mengungkapkan rasa prihatinnya atas kerusakan yang terjadi di museum tersebut.

Halaman:

Editor: Jaka LI

Sumber: Instagram jogjainfo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X